PROSEDUR DIAGNOSA DAN TROUBLESHOOTING
Troubleshooting Motherboard
Papan induk (motherboard) adalah
papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti
microprocessor dan memory (RAM, ROM, BIOS) beserta chip kontroler lainnya dan
motherboard biasa disingkat dengan kata mobo. Kalau prosesor dianggap sebagai
“otak” komputer, maka motherboard boleh dianggap merupakan “jantung” kehidupan
di PC. Sebagai komponen yang menyandang “beban berat” kerusakan sedikit saja
bisa membikin PC tersengal-sengal. Pada komputer generasi awal, komponen
seperti prosesor dan Ram langsung dilekatkan pada motherboard tanpa bisa
diganti-ganti atau ditambah lagi. Model semcam ini dinamakan backplane. Desain
baru yang bersifat modular memungkinkan penggantian beberapa komponen yang
melekat pada motherboard secara mudah, sekaligus memberikan keleluasaan
tersedianya peluang-peluang peningkatan teknologi PC itu sendiri. Masalah dalam
satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan
kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu
memecahkan masalah.
1.
Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel
tegangan DC.
2.
Cek sambungan kabel keyboard.
3.
Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya
monitor.
4.
Cek konfigurasi setting CMOS
5.
Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
6.
Cek semua card yang terpasang pada slot I/O
7.
Cek disket boot di drive A
8.
Cek CDROM
9.
Cek sambungan speaker 5Setelah semua pengecekan
dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST
permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat
berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya.
1. Troubleshooting Power Supply
Power Supply Komputer merupakan
sumber listrik utama yang menyediakan tegangan + 12V, -12V, + 5V, -5V, dan
sinyal POR (Power On Reset) untuk mengaktifkan motherboard. Daya maksimal yang
dapat di konsumsi oleh power supply ini sekitar 200 watt dengan tegangan masuk
sebesar 220 V AC dari PLN. Dengan efisiensi yang sangat tinggi power supply ini
sekitar 200 watt dapat menyediakan tegangan sebesar + 5V dengan arus sekitar 15
- 20 A untuk keperluan peralatan digital motherboard, disk drive, hard disk,
fan prosessor, CD-Rom Drive dan card-card yang dimaksudkan pada slot
motherboard. Bila beban power supply berlebihan, maka komputer akan tidak jalan
atau bisa berjalan tetapi tidak normal terutama pada saat kelistrikan yang di
butuhkan meningkat sampai limit. Kerusakan yang sering terjadi ialah akibat
beban berlebihan, tegangan masuk yang tidak stabil, sistem ground yang tidak
baik, dan sebab-sebab lain. Gangguan paling fatal untuk untuk power supply
ialah bila tidak mengeluarkan tegangan sama sekali, walaupun sudah di beri
tegangan masuk sesuai dengan kebutuhan. Cara praktis untuk memperbaiki power
supply komputer dapat di lakukan sebagai berikut :
1. Lepaskan
kotak power supply dari cassing agar memudahkan memeriksa rangkaian elektronik
dan lepaskan seluruh kabel dari alat-alat lain. Bukalah kotak power supply
sambil memeriksa fisik komponen elektronik, barangkali ada yang terbakar dapat
diketahui.
2. Periksalah
FUSE pada masukkan AC 220V dari sumber listrik luar, lepaskan FUSE tersebut
dari soketnya dan ukur hubungan kawat pengamannya dengan ohm-meter pada posisi
X1. Jarum ohm-meter harus menunjukkan nilai sekitar 0 ohm, yang berarti FUSE
tersebut masih baik. Jika ohm-meter menunjukkan angka yang tak terhingga,
berarti 6 FUSE sudah putus, harus diganti baru. Jangan melakukan sambungan
kawat pada FUSE yang sudah putus, karena batas arus lelehnya mungkin akan
menjadi lebih besar dan akan menyebabkan kerusakan bagian lain.
3. Jika
FUSE baik atau sudah diganti baru tetapi masih juga tidak dapat mengeluarkan
tegangan DC, maka lanjutkan dengan memeriksa transistor power switching 2SC3039
(dua buah) yang bertugas sebagai kendali catu daya secara PWM. Lepaskan dua
transisitor 2SC3039 tersebut dari PCB dan lakukan pemeriksaan kondisi
masing-masing dengan multimeter. Bila salah satu transistor rusak untuk
menggantinya sebaiknya keduanya diganti dengan transistor baru, agar
karakteristiknya terjamin dan simetris, ketidakseimbangan karateristik dua
transistor ini menyebabkan gangguan stabilitas tegangan DC yang dikeluarkan
power supply.
4. Lepaskan
diode brigde atau empat buah diode perata yang langsung meratakan arus listrik
AC pada bagian masukkan, periksalah kondisi diode ini dengan multimeter. Kadang
sering terjadi salah satu diode-nya bocor atau hubungan singkat, sehingga arus
listrik AC ikut masuk ke rangkaian switching dan melumpuhkan power supply
secara keseluruhan transistor power akan ikut rusak, terbakar. Bahkan jika
tingkat kebocoran diode ini ini sangat besar, maka trafo switching akan
meleleh, kawatnya terkelupas, dan terhubung singkat, kerusakan ini yang paling
fatal.
5. Periksa
juga transistor pembangkit pulsa "power on reset", juga kapasisitor
dan resistor yang terdapat pada rangkaian basis transistor tersebut. Jika
rangkaian transistor ini bekerja dengan baik, maka seluruh hasil regulasi
tegangan DC akan di reset oleh pembangkit PWM dan akibatnya power supply tidak
mengeluarkan DC sama sekali. Gantilah transistor baru jika dari pengetesan
transistor POR ini ternyata rusak. Begitu juga apabila kapasitor di test akan
kering, nilainya berubah, maka harus di ganti baru dengan nilai yang persis
sama dengan sebelumnya.
6. Karena
Power Supply komputer umunya bekerja dengan temperatur yang lebih tinggi dari
suhu ruangan, maka ada kemungkinan karena panas yang berlebihan menyebabkan
solderan kaki-kaki komponen atau kabel-kabel ada yang terlepas. Periksalah
seluruh solderan pada PCB Power Supply, lebih bagus lagi pastikan hubungannya
di perbaiki dengan jalan di solder ulang dengan timah yang lebih lunak (encer,
flux 60/40). Sehingga hubungan kabel atau kaki komponen yang mungkin longgar
dapat di jamin bersambung kembali dan umumnya power supply akan dapat bekerja
normal kembali.
7. Komponen
aktif yang pengetesannya tidak dapat di lakukan dengan multimeter adalah
ICTL494 yang bertugas sebagai pembangkit PWM untuk mengendalikan transistor
power switching bekerja. IC ini hanya di test dengan membandingkan terhadap IC
yang normal pada power supply yang lain yang sejenis. Pergunakan soket IC yang
dicurigai rusak dengan IC pembanding yang masih bagus. 78. Bila proses
pemeriksaan dan pergantian komponen yang rusak sudah dilakukan secara keseluruhan,
maka cobalah power supply dihidupkan dengan memasang beban berupa disk drine
saja. Periksalah apakah kipasnya berputar, ukur tegangan kabel yang berwarna
kuning (+12), merah (+5), biru (-5), biru (-12), orange (POR) terhadap kabel
warna hitam (ground). Bila parameter tegangan pada kabel-kabel tersebut sudah
benar, matikan power supply dan gantilah bebannya dengan motherboard atau beban
lengkap seperti semula, cobalah sekali lagi.
2. Troubleshooting Keyboard
-
Kasus :
Pada saat proses
booting, tiba-tiba komputer macet dan muncul pesan kesalahan ”keyboard error or
no keyboard present”.
-
Solusi :
Pesan tersebut
diartikan bahwa pada saat proses booting komputer tidak mendeteksi adanya
keyboard. Padahal keyboard merupakan salah satu komponen yang harus dideteksi
oleh memory BIOS komputer pada saat proses booting. Artinya bahwa jika BIOS
tidak mendeteksi adanya keyboard, proses booting tidak akan dilanjutkan. Jika
terjadi seperti itu, lakukan langkah-langkah pertolongan pertama sebagai
berikut.
1.
Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel
keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU.
2.
Jika perlu lepas dan kemudian tancapkan lagi
kabel keyboard tersebut agar anda yakin bahwa koneksinya sudah tepat.
3.
Jika anda yakin koneksi sudah tepat tetapi pesan
kesalahan masih muncul, maka kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak.
Jangan beli keyboard baru dulu terlebih dulu, tetapi coba gantikan keyboard
anda dengan keyboard dari komputer lain yang masih normal. Jika komputer dapat
booting dengan baik setelah dipinjamkan keyboard lain, berarti keyboard anda
yang rusak. Tetapi jika dengan penggantian keyboard pesan kesalahan masih
muncul, berarti kemungkinan bukan keyboard anda yang rusak. Bisa saja kerusakan
terjadi pada port keyboard di Motherboard komputer anda. Bila itu yang terjadi,
saatnya anda mengkonsultasikan kerusakan dengan teknisi komputer langganan
anda, apakah port harus diganti atau cukup diperbaiki. Atau beli konektor USB
ke PS2.
Tombol
Keyboard tidak berfungsi
-
Kasus :
Connector
keyboard renggang dapat menyebabkan bahwa pesan yang tampil dilayar keyboard
error …………., jika keyboard/ connector digoyang, maka kondisi PC dapat kembali
normal, tetapi tidak akan bertahan lama.
-
Solusi :
Kemungkinan
penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat anda lakukan untuk membantu
mengatasi masalah kerusakan diatas, yaitu dengan mengganjal connector keyboard
tersebut dengan menggunakan kertas, jika ini dianggap sangat mendesak dan anda
tidak mempunyai dana untuk sementara. Atau dapat mengganti konnector keybar
yang baru.
-
Kasus :
Kemungkinan juga
terdapat pada kabel keyboard tersebut putus. Biasanya putus pada pangkal
konnector jantannya, jika sudah begini kebard tidak akan jalan sama sekali.
-
Solusi :
Kemungkinan
penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat anda lakukan untuk membantu
mengatasi masalah kerusakan diatas, yaitu dengan mengukur kabel tersebut dengan
AVO meter. Jika ditemukan bahwa kabel data tersebut putus, maka ganti dengan
jabel yang lain. Tetapi jika tidak, berarti kemungkinan ada pada yang lain
(socket kotor misalnya).
-
Kasus :
IC control
keyboard yang terdapat didalamberfungsi untuk menconvert bahasa/ code digit
menjadi ASCI yang akan di informasikan ke motherboard, sesuaidengan tombol yang
ditekan. Jika IC ini rusak, maka keybard tidak akan jalan sama sekali.
-
Solusi :
Jika men
ggunakan keyboard yg terbaru, untuk mengganti IC tersebut tidak mungkin, sebab
harga IC controller lebih mahal dibandingkan dengan membeli keyboard yang baru,
terutama keyboard yang bekas. Kemungkinan penanggulanngan permasalahan yang
mungkin dapat anda lakukan untuk membantu mengatasi masalah tersebut yaitu
dengan mengganti keyboard yang lain.
-
Kasus :
Terkadang diluar
dugaan, semua telah diganti sesuai petunjuk yang ada, tetapi keyboard tetap
error. Kemungkinan terakhir adalah putusnya sekring pada motherboard yang
terletak dekat dengan connector keyboard/ socket betina, yang bertuliskan F1
atau FS1 atau L1. Komponen ini berfungsi untuk menghantarkan tegangan sebesar
5V menuju keyboard. Komponen ini adalah sebuah sekring kecil sebagai pembatas
arus, dan jika sekring ini putus maka aliran tegangan menuku keyboard akan
terputus pula.
-
Solusi :
Kemungkinan
penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat anda lakukan untuk membantu
mengatasi masalah kerusakan diatas, yaitu dengan mengganti komponen F1(sekring)
dengan sekring yang lain, dan ukuran harus sama, jika sekring ini tdak ada,
anda boleh menggantinya dengan resistor yang bernilai 0,22 OHM sampa 1 Ohm, ¼
Watt.
3. Troubleshooting Harddisk
-
Kasus:
Komputer tidak
mau booting, Setelah memasang hard disk yang baru, komputer tidak mau booting
dan tidak ada pesan kesalahan yang muncul pada layar monitor.
-
Solusi:
1.
Matikan komputer, buka casing komputer dan
lepaskan hard disk dari casing, dengan terlebih dahulu melepaskan skrup yang
terpasang pada hard disk.
2.
Pastikan jumper yang terpasang pada hard disk,
posisinya sudah benar.
3.
Pasang kembali hard disk dan Remount your drive
in the computer dan tutup/pasang kembali tutup pada casing komputer.
4.
Masukkan disket bootable pada drive A dan
hidupkan komputer. Jalankan program Disk Manager dengan cara masukkan disket
Disc-Wizard ke drive A dan ketik A:XDM. Kemudian tekan tombol ENTER.
5.
Ikuti instruksi yang ada di Disk Manager untuk
menginstall dan memformat hard disk.
6.
Setelah program Disk Manager selesai dijalankan,
booting kembali komputer.
-
Kasus:
Pada DOS muncul
pesan kesalahan “Disk Boot Failure,” “Non-System Disk” atau “No ROM Basic –
SYSTEM HALTED”.
-
Solusi:
1.
Install kembali file sistem DOS menggunakan
utility DOS SYS.
2.
Cek semua kabel yang terpasang pada motherboard.
3.
Gunakan FDISK untuk melihat apakah partisi
primer (biasanya diatur untuk hard disk dan digunakan untuk booting pertama
kali) sudah aktif atau belum.
4.
Cek apakah hard disk terkena virus atau tidak,
dengan menggunakan anti virus.
-
Kasus:
Pada sistem
muncul pesan kesalahan: “HDD Controller failure”.
-
Solusi:
Amati dan
perhatikan jumper pada hard disk sudah benar atau belum. Kalau belum segera
masukkan sesuai dengan urutannya.
-
Kasus:
Ketika
menghidupkan komputer. Pada waktu menghidupkan kompmter, layar monitor tetap
hitam dan tidak berubah.
-
Solusi:
1.
Pastikan kabel monitor sudah terpasang di casing
komputer dan power monitor sudah dihidupkan.
2.
2. Pastikan kabel dari VGA Card sudah terpasang
di slot pada casing komputer dengan benar dan masuk ke slot pada monitor dengan
baik.
3.
Restart kembali komputer.
-
Kasus:
Ketika
menghidupkan komputer, di layar monitor muncul pesan kesalahan: “Drive not
Ready”.
-
Solusi:
1.
Cek koneksi semua kabel. Pastikan pin 1 pada
drive dihubungkan ke pin 1 pada hard-disk controller.
2.
Pastikan daya power suppy cukup dengan
kebutuhan.
3.
Booting kembali computer
-
Kasus:
Pada FDISK
muncul pesan kesalahan, “No Fixed Disk Present’.
-
Solusi:
1.
Pastikan daya power supply cukup dan sesuai
dengan kebutuhan.
2.
Cek isi dari drive pada waktu melakukan setup
pertama kali.
3.
Cek apakah terjadi konflik pada alamat atau port
I/O. 122.5 CD ROM
-
Kasus :
Memasang CDROM
pada komputer, tetapi pada waktu digunakan CDROM tidak bisa membaca inputan
atau kasus lain Wndows tdak mengenal CDROM yang dipasang.
-
Solusi :
1.
Buka kembali casing komputer. Pastkan kabel
power dan kabel data sudah masuk ke slot yang ada d motherboard dan CDROM. Jka
ada yang belum dimasukkan, segera dimasukkan.
2.
Cek pemasangan kabel, jangan sampai terbalik.
Karena kalau sampai terbalik, CDROM tidak akan bisa terbaca.
3.
Cek driver dari CDROM yang dipasang pada
komputer. Biasanya begitu CDROM terpasang, maka Windows akan memberikan pesan
menemukan perangkat keras baru yang terpasang. Supaya CDROM berjalan dengan
sempurna, segera install driver yang menyertai CDROM tersebut.
4.
Apabila CDROM masih belum bisa membaca,
kemungkinan head atau optik yang ada di CDROM tersebut kotor. Untuk
membershkannya, bisa membeli CD Cleaner di toko-toko yang menjual VCD.
-
Kasus :
Kegagalan
meng-uninstall, mencoba meng-uninstall driver tetapi tidak bisa berjalan dengan
baik.
-
Solusi :
1.
Klik menu start > klik kanan My Computer >
Properties > pilih bagian Hardware
2.
Device Manager > DVD/CD-ROM Drives klik kanan
pada drive tersebut dan pilih Uninstall dari menu yang ada. Restart komputer.
3.
Setelah di restart, Windows akan meng-install
kembali driver dan mengenali CD/DVD ROM.
-
Kasus :
CD ROM tidak
otomatis aktf ketika kita memasukkan sebuah CD ke dalam CDROM tersebut.
-
Solusi :
Untuk
mengaktifkan fitur “Audio Insert Notification”, langkahnya adalah sebagai
berikut :
1.
Klik kanan icon My Computer pada desktop,
kemudian pilih Properties. Kotak dialog System Properties akan muncul.
2.
Klik pada bagian Device Manager. Sebuah daftar
dari perangkat keras akan muncul.
3.
Klik kanan dua kali CD-ROM, kemudian pilih
CD-ROM drive.
4.
Pilih tombol Properties. Kotak dialog properties
dari CD-ROM akan muncul.
5.
Pilih pada bagian Setting.
6.
Klik pilihan “Auto insert notofication” untuk
diaktifkan.
7.
Pilih OK sampai semua dialog Properties ditutup,
kemudian restart Windows untuk melihat perubahan yang terjadi.
4. Trubleshooting Disk Drive
-
Kasus :
Komputer tidak
mau booting, setelah memasang hard disk yang baru, komputer tidak mau booting
dan tidak ada pesan kesalahan yang muncul pada layar monitor.
-
Solusi :
1.
Matikan komputer, buka casing komputer dan
lepaskan harddisk dari casing, dengan terlebih dahulu melepaskan skrup yang
terpasang pada harddsk.
2.
Pastikan jumper yang terpasang pada hard disk
posisinya sudah benar.
3.
Pasang kembal hard disk dan remount your device
in the komputer dan tutup/pasang kembali tutup pada casing computer.
4.
Masukkan disket bootable pada drive A dan
hidupkan komputer. Jalankan program Disk Manager dengan cara masukkan disket
Disc Wizard ke drive A dan ketik A:CDM. Kemudian tekan tombol ENTER
5.
Ikuti instruksi yang ada di Disk Manager untuk
menginstall dan memformat harddisk.
6.
Setelah program Disk Manager selesai dijalankan,
booting kembali komputer.
-
Kasus :
Pada DOS muncul
pesan kesalahan “Disk Boot Failure,” “Non-System Disk” atau “No ROM Basic –
SYSTEM HALTED”.
-
Solusi :
1.
Install kembali file sistem DOS menggunakan
utility DOS SYS.
2.
Cek semua kabel yang terpasang pada motherboard.
3.
Gunakan FDISK untuk melihat apakah partisi
primer (biasanya diatur untuk harddisk dan digunakan untuk booting pertama
kali) sudah aktif atau belum.
4.
Cek apakah hard disk terkena virus atau tidak,
dengan menggunakan anti virus.
-
Kasus :
Pada sistem
muncul pesan kesalahan : “HDD Controller Failure”
-
Solusi :
Amati dan
perhatikan jumper pada harddisk sudah benar atau belum, kalau belum segera masukkan
sesuai dengan urutannya.
-
Kasus :
Ketika
menghidupkan komputer. Pada waktu menghidupkan komputer, layar monitor tetap
hitam dan tidak berubah.
-
Solusi :
1.
Pastikan kabel monitor sudah terpasang di casing
komputer dan power monitor sudah dihidupkan.
2.
Pastikan kabel dari VGA Card sudah terpasang di
slot pada casing komputer dengan benar dan masuk ke slot pada monitor dengan
baik.
3.
Restart kembali komputer.
-
Kasus :
Ketika
menghidupkan komputer, di layar monitor muncul pesan kesalahan : “Drive not
ready”
-
Solusi :
1.
Cek koneksi semua kabel. Pastikan pin 1 pada
drive dihubungkan ke pin pada harddiskcontroller.
2.
Pastikan daya power suppy cukup dengan
kebutuhan.
3.
Booting kembali computer.
-
Kasus :
Pada FDISK
muncul pesan kesalahan, “No Fixed Disk Present’ .
-
Solusi :
1.
Pastikan daya power supply cukup dan sesuai
dengan kebutuhan.
2.
Cek isi dari drive pada waktu melakukan setup
pertama kali.
3.
Cek apakah terjadi konflik pada alamat atau port
I/O.
5. Troubleshooting Memori
-
Kasus :
Memasang RAM
pada komputer dengan kapasitas melebihi 64MB, RAM tidak bisa terdeteksi oleh
DOS, tetapi bisa terdeteksi oleh Windows.
-
Solusi :
Kondisi semacam
itu wajar dan normal, karena DOS pada waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM
yang terpasang dengan kapasitas 64 MB, lebih dari 64 MB tidak akan terdeteksi.
Berbeda dengan Windows, semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik,
selama RAM yang dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.
-
Kasus :
Laporan RAM. Ada
kapasitas dari RAM sebesar 128KB atau 384KB yang tidak pernah dilaporkan ketika
melakukan proses booting.
-
Solusi:
Kondisi ini
normal. Beberapa versi dari BIOS tidak akan menampilkan area dari memori yaitu
memori konvensional dan memori ekstended.
-
Kasus :
Sistem komputer
menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori.
-
Solusi:
Langkah pertama
adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS
atau Windows. Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya
menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori
baru. Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja
komputer.
-
Kasus :
Menambah memori
tetapi Win XP Prof tidak bisa berjalan dengan lancar. Menambah memori sebesar
256MB dan 128 ke komputer. BIOS bias mendeteksi RAM yang sudah ditambahkam
tersebut tetapi Windows tidak berhasil mendeteksi bahkan tampilan di layar
monitor menjadi biru.
-
Solusi:
Hal yang harus
diperhatikan adalah RAM yang baru apakah cocok dan sesuai dengan motherboard
dan jenis RAM yang lain yang sudah terpasang sebelumnya di motherboard. Kalau
RAM tersebut tidak cocok, maka akan mempengaruhi kinerja sistem bahkan
mengakibatkan sistem tidak berjalan dengan baik. Sebelum memasang RAM, hal yang
sangat penting adalah memperhatikan tipe dan PC dari RAM tersebut.
-
Kasus :
Identifikasi
memori yang rusak. Ketika menghidupkan komputer, terdengar bunyi beep dan
komputer tidak mau booting.
-
Solusi :
Beep tersebut
menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada motherboard mengalami
kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan terjadi pada memori. Segera ambil
memori tersebut dari motherboard kemudian coba bersihkan memori dengan tisu
atau kain yang bersih. Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya.
Apabila setelah dipasang, masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti dengan
yang baru.
6. Troubleshooting Monitor
-
Kasus:
Warna, layar
monitor berwarna hitam setelah komputer dihidupkan.
-
Solusi:
1. Pastikan
kabel power monitor sudah dimasukkan ke power suppy pada casing komputer dan
indikator lampu dari monitor sudah menyala.
2. Cabut
semua perangkat keras yang terpasang pada casing computer kecuali mouse,
keyboard dan monitor. Booting kembali komputer untuk melihat apa
permasalahannya sudah terpecahkan.
3. Coba
hubungkan dengan kabel power monitor yang berbeda, dan jika dengan menggunakan kabel
power monitor yang berbeda tersebut bisa menyala, maka kabel power monitor yang
semula perlu diganti dengan yang baru.
4. Cabut
kabel power monitor dan tunggu 20-30 detik, baru pasang kembali kabel power
monitor tersebut.
-
Kasus:
Tampilan
monitor, pengaturan tampilan monitor tidak tepat.
-
Solusi:
1. Masalah
ini biasanya muncul pada waktu monitor baru selesai dipasang. Hal ini bisa
terjadi jika sistem mendeteksi secara otomatis driver yang dimasukkan untuk
menginstall monitor tidak benar/salah.
2. Pilih
driver untuk menginstall monitor dengan tepat. Cara untuk mendapatkan driver
adalah dengan mengunjungi situs dari manufaktur pembuat monitor tersebut atau
bisa menanyakan ke toko computer terdekat.
3. Setelah
mendapat driver tersebut, pasang kembali monitor dan lakukan instalasi ulang.
-
Kasus:
Tampilan monitor
berputar.
-
Solusi:
Hal ini bisa
disebabkan oleh game yang menggunakan pengaturan Rotation pada monitor dan
ditambah dengan fasilitas Graphics Controller. Untuk mengembalikan tampilan
monitor ke kondisi awal, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Pilih
menu Start» Control Panel» Intel Extreme Graphics Applet» pilih pada bagian
Rotation.
2. Hilangkan
tanda centang pada kotak cek Enable Rotation.
3. Klik
Apply, kemudian klik OK.
4. Keluar
dari Control Panel .
Catatan:
Langkah-langkah
diatas tergantung dari VGA card yang dipasang. Untuk mengatur properti
Rotation, dapat melihat pada jendela Graphics Controller. Dan cara lain untuk
menemukan pengaturan Rotation, adalah sebagai berikut:
1. Klik
kanan di tempat yang kosong pada desktop, Pilih Properties.
2. Klik
pada bagian Settings, Pilih tombol Advanced.
3. Klik
pada bagian Graphics card, Pilih tombol Graphics Properties.
4. Klik
pada bagian Rotation, Hilangkan tanda centang pada kolak cek Enable Rotation.
5. Pilih
Apply dan keluar dari semua jendela.
-
Kasus:
Membersihkan
layar monitor.
-
Solusi:
Matikan terlebih
dahulu komputer. Gunakan kain yang lembut dengan dibasahi sedikit air hangat,
kemudian usap layar monitor dari atas ke bawah dan dari sisi kiri ke sisi
kanan.
7. Troubleshooting Mouse
-
Kasus:
Pada waktu
digunakan, mouse tidak bisa berjalan dengan lancar dan jalannya tersendatsendat
dan sering macet.
-
Solusi:
Ada beberapa
kemungkinan permasalahan yang muncul dari mouse yang tidak lancar, bisa saja
kabel yang menghubungkan mouse tersebut mengalami gangguan, konektornya putus,
keypad kotor dan yang sering terjadi adalah bagian dari mouse mengalami
kerusakan atau kotor. Bagian dari mouse yang kotor bisa dibersihkan dengan
cairan pembersih atau alkohol. Untuk membersihkan bola yang ada di Mouse:
1. Matikan
komputer dan lepaskan mouse dari port yang menancap pada casing komputer.
2. Ketika
melepaskan mouse dari port tersebut, pastikan tidak ada pin yang patah atau
putus.
3. Buka
mouse sesuai petunjuk yang ada. Biasanya untuk membuka mouse sesuai dengan arah
jarum jam. Dan untuk menutupnya berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah tutup
mouse dibuka, ambil dan keluarkan bola yang ada di mouse.
4. Bersihkan
bola dengan alkohol dengan kain yang bersih dan biarkan sampai kering,sebelum
dipasang kembali.
5. Selain
membersihkan bola, bersihkan juga kotak penggulung dan daerah di dalam mouse
dengan cotton buds.
Sementara untuk
tempat mouse/mouse pad harus diperhatikan yaitu:
1. Jagalah
kebersihan dari tempat mouse tentunya.
2. Bersihkan
mouse pad dan gantilah dengan yang baru jika dirasa mouse pad yang digunakan
sudah kotor atau rusak.
8. Troubleshooting Printer
-
Kasus:
Printer tidak
bisa hidup dan tidak bisa mencetak.
-
Solusi:
1. Langkah
pertama adalah cek kabel printer.
2. Cek
power printer, Apakah sudah dihidupkan atau belum.
3. Cek
dan pastikan printer dalam keadaan hidup atau online.
4. Cek
kertas, toner atau tinta yang ada dalam printer. Apakah waktunya diganti atau
belum.
5. Cobalah
untuk melakukan print test page.
6. Perhatikan
pengaturan pada printer. Apakah instalasi printer sudah benar dan berhasil.
7. Cek
kabel printer, apakah sudah dimasukkan ke port printer yang ada di casing
komputer atau belum.
9. Troubleshooting Prosesor
-
Kasus:
Sistem mati,
tidak ada kursor, tidak ada suara dan kipas tidak hidup. Kondisi tersebut bisa
disebabkan oleh kabel pada power supply rusak atau putus, kesalahan pada
motherboard dan kesalahan pada memori.
-
Solusi:
1. Lepaskan
kabel power dari casing komputer dan ganti dengan yang baru. Lepaskan power
supply, cek arus yang ada di power supply dengan peralatan elektronik, apabila
tidak ada arus yang mengalir pada power supply, ganti dengan yang baru.
2. Lepaskan
motherboard, cek terlebih dahulu dengan peralatan elektronik dan kalau
motherboard tersebut sudah tidak berfungsi, ganti dengan yang baru.
-
Kasus:
Sistem mati,
tidak ada suara, atau terkunci sebelum mulai proses booting. Kondisi ini
kemungkinan disebakan oleh pemasangan komponen perangkat keras yang tidak
benar.
-
Solusi:
Cek semua
komponen perangkat keras yang terpasang, khususnya pada memori dan VGA Card.
Atur kembali dudukan komponen perangkat keras dan socket yang terpasang pada
motherboard.
-
Kasus:
Sistem
mengeluarkan bunyi beep pada waktu startup, kipas berbunyi dan kursor tidak
muncul pada layar monitor. Kondisi ini disebabkan oleh pemasangan VGA Card yang
tidak benar atau slot untuk meletakkan VGA Card ada kerusakan.
-
Solusi:
Lepaskan
terlebih dahulu VGA card dari slotnya kemudian bersihkan slot VGA Card terlebih
dahulu. Cek slot VGA Card yang ada di motherboard dengan peralatan elektronik.
-
Kasus:
Sistem lambat, kipas
berbunyi dan tidak ada suara beep atau kursor tidak muncul pada layar monitor.
-
Solusi:
Kemungkinan
pemasangan prosesor tidak tepat pada dudukan atau slotnya. Segera lepaskan
prosesor dan heatsink, kemudian pasang kembali pada slot yang ada pada motherboard.
-
Kasus:
Sistem tidak mau
startup setelah prosesor baru dipasang pada motherboard.
-
Solusi:
1. Kondisi
ini bisa disebabkan oleh pemasangan prosesor yang tidak tepat pada slot yang
ada pada motherboard. Segera lepaskan prosesor tersebut kemudian pasang kembali.
2. BIOS
tidak mendukung prosesor yang baru. Update BIOS dari sistem atau motherboard
yang disediakan oleh manufaktur BIOS tersebut.
3. Motherboard
tidak mendukung prosesor baru yang dipasang.
-
Kasus:
Sistem Operasi
tidak mau booting.
-
Solusi:
Cek kipas pada
prosesor, ganti dengan yang baru jika diperlukan. Pengaturan kecepatan bus pada
motherboard harus diganti. Cek jumper tegangan pada Motherboard.
10. Troubleshooting Sound Card
-
Kasus:
Bisa mendengar
file WAV dan games dengan sangat baik, tetapi CD Audio tidak bisa terdengar.
-
Solusi:
Kemungkinan
tidak ada kabel penghubung antara sound card dengan CD-ROM. Buka casing
komputer dan pastikan ada kabel yang menghubungkan ke AUDIO OUT yang ada di
23CDROM dan kabel yang menghubungkan ke CD in pada sound card. Serta pastikan
volume dari CD AUDIO tidak diam.
-
Kasus:
Meng-upgrade
Windows 98 ke Windows 2000 tetapi sound card tidak bekerja dengan baik.
-
Solusi:
Beberapa sound
card tidak mendukung Windows 2000 atau tidak tersedianya driver sound card
tersebut pada Windows 2000. Untuk menangani masalah tersebut, hubungi pembuat
sound card untuk meminta driver sound card yang sesuai dengan Windows 2000.
-
Kasus:
Mempunyai 4
speaker pada sound card tetapi yang bekerja hanya 2 speaker.
-
Solusi:
Pertama,
pastikan kesalahan atau masalah tidak terjadi pada speaker. Untuk menangani
masalah tersebut, masuk ke pengaturaan sound card dan aktifkan pengaturan dari
4 speaker tersebut.
-
Kasus:
Suara hanya
keluar dari satu speaker.
-
Solusi:
Kemungkinan
menggunakan fasilitas mono untuk speaker yang stereo. Atau bisa juga terjadi
driver yang di-install tidak berjalan dengan baik. Pada beberapa sistem, jika
driver dari sound card tidak tersedia pada file CONFIG.SYS, hanya memiliki satu
sound yaitu sebelah kiri. Jadi yang akan keluar suara mono.
-
Kasus:
Tidak ada suara
yang keluar dari audio/musik pada CD.
-
Solusi:
Beberapa kondisi
bisa menyebabkan permasalahan ini, perhatikan hal-hal berikut:
1.
Pilihan pada Microsoft Volume Control atau
volume slider tidak berjalan dengan baik.
2.
Cek dan hubungkan headphones ke stereo phone
jack pada CD-ROM yang terletak di bagian depan, sesuaikan pengaturan volume
pada drive tersebut. Jika suara tetap tidak keluar ke headphones, cek koneksi
kabel audio CD dari CD-ROM drive ke audio card. Pastikan speaker sudah
terhubung dengan baik pada konektor audio atau sound card.
-
Kasus:
Port Joystick
tidak bekerja dengan baik.
-
Solusi:
1.
Port audio yang ada pada joystick mengalami
konflik dengan port joystick yang lain pada sistem. Non-aktifkan port audio
yang ada pada joystick dan gunakan port audio joystick yang ada di sistem.
2.
Driver joystick yaitu MSJSTICK.DRV dan
VJOYD.VXD, mungkin belum di-install .
-
Kasus:
Komputer menjadi
hang dan restart selama proses instalasi.
-
Solusi:
1.
Ada perangkat keras yang konflik dengan
perangkat lain yang ada di sistem.
2.
Audio card tidak berada pada slot yang benar.
3.
Perangkat yang menggunakan bus PCI bertentangan
dengan aktivitas dari audio card.
-
Kasus:
Memecahkan
masalah konflik pada hardware.
-
Solusi:
1.
Klik kanan icon My Computer pada desktop,
kemudian pilih Properties. Kotak dialog System Properties akan muncul.
2.
Klik pada bagian Device Manager. Pada Device
Manager, sebuah tanda plus (+) akan menampilkan semua item yang tersedia.
Perangkat keras yang mengalami konflik akan ditandai dengan simbol lingkaran tanda
seru.
3.
Klik dua kali Sound, video, game controllers.
Daftar dari perangkat multimedia akan muncul.
4.
Pilih audio card.
5.
Pilih tombol Properties.
6.
Klik bagian Resources.
7.
Hilangkan tanda centang pada pilihan Use
automatic settings.
8.
Ubahlah “Settings based on:” jika pengaturan
alterbnatif ini tersedia.
9.
Tentukan dan lihat konflik yang terjadi dengan
melihat pada “Conflicting device list”.
10.
Pilih item yang konflik pada daftar “Resource
Settings”.
11.
Klik tombol Change Settings.
12.
Gunakan mouse untuk memilih pengaturan yang
baru.
13.
Pilih OK untuk menutup masing-masing jendela
properti kemudian restart kembali komputernya.
-
Kasus:
Audio card tidak
terdeteksi secara otomatis.
-
Solusi:
Untuk melakukan
konfigurasi audio sound card secara manual pada Windows 95/98, langkahnya adalah
sebagai berikut:
1.
Klik “Start” pada taskbar, kemudian pilih
Settings dari menu Start.
2.
Pilih Control Panel . Grup dari Control Panel
akan muncul.
3.
Klik dua kali icon Add New Hardware. Kotak
dialog wizard Add New Hardware akan muncul.
4.
Pilih Next untuk melanjutkan.
5.
Pilih Yes jika ingin Windows mencari perangkat
keras yang baru dipasang, kemudian pilih Next.
6.
Pilih Next untuk melanjutkan.
7.
Pilih Finish, dan biarkan sistem akan
menyelesaikan instalasi perangkat keras yang baru tersebut.
-
Kasus:
Sound card tidak
mengeluarkan suara dan tidak menemukan konflik yang terjadi.
-
Solusi:
Cek pengaturan
volume pada indikator sound card yang ada di taskbar, atau juga bisa dengan
cara masuk ke Volume Setting dan pastikan semua pilihan yang ada tandanya diam
(un-muted), tanda P pada kotak un-muted tersebut dihilangkan dan volume suara
jangan dibuat minimal. Cek volume speaker yang ada atau coba ganti dengan
speaker yang lain.
11. Troubleshooting VGA Card
-
Kasus:
Pada waktu
menghidupkan komputer, layar monitor gelap dan hitam.
-
Solusi:
1.
Langkah pertama, cek kabel VGA dan pastikan
kabel VGA tersebut sudah masuk ke port VGA yang ada di casing komputer.
2.
Cek indikator pada monitor, apakah powernya
berjalan dengan normal atau tidak.
3.
Coba booting ulang.
-
Kasus:
Gangguan pada
VGA Card/Layar Monitor. Masalah seperti tanda-tanda gangguan yang terjadi pada
VGA Card di antaranya adalah:
1.
Komputer menjadi macet atau hang ketika
digunakan untuk bermain game 3D.
2.
Tidak dapat digunakan untuk menjalankan
permainan tertentu.
3.
Windows tidak bisa digunakan dalam mode normal.
4.
Ada titik-titik kecil di layar monitor.
-
Solusi:
1.
Cek kabel VGA yang terhubung ke monitor dan ke
casing komputer, apakah sudah menancap dengan benar atau belum, kalau belum
masukkan kabel tersebut sesuai dengan kaki-kaki yang tersedia.
2.
Cek konektor atau pin yang terdapat pada kabel
VGA. Kalau ada yang patah atau putus, segera ganti yang baru.
3.
Install kembali atau perbaharui driver dari VGA
Card yang dipasang. Untuk mendapatkan driver VGA tersebut, bisa dengan
men-download dari situs yang menyediakan driver dari VGA itu.
4.
Cobalah untuk mendownload versi terbaru versi
terakhir software Direct-X dari situs Microsoft.
5.
Kunjungi situs-situs yang menangani berbagai
permasalahan tentang permainan atau games.
6.
Buka casing komputer, cabut VGA card dari
slotnya (PC/AGP) dari motherboard, dan pasang kembali. Apabila pada waktu
computer dihidupkan, layar masih hitam dan belum muncul gambarnya, ganti VGA
card dengan yang baru, karena dapat dipastikan VGA card ada mengalami kerusakan.
-
Kasus:
Pesan kesalahan
pada layar monitor. Apakah selalu menemui pesan kesalahan ketika memainkan
suatu permainan atau games? Apakah VGA atau animasi tidak berjalan dengan
normal? Atau layar berkedip secara terus menerus?
-
Solusi:
1.
Klik menu Start >> pilih Help and Support.
Di bawah perintah Pick a Help Topic, pilih “Fixing a problem”.
2.
Pada kotak sebelah kiri, pilih “Games, sound,
and video problems”.
3.
Pada kotak sebelah kanan, select “Games and
Multimedia Troubleshooter”.
4.
Klik pilihan yang menggambarkan permasalahan
yang dihadapi kemudian klik Next. Ulangi langkah-langkah tersebut sampai
permasalahan bisa terpecahkan. Gunakan tombol Back untuk mengulangi langkah
terakhir.
-
Kasus:
Bagaimana
mengetahui tipe dari VGA Card yang dimiliki.
-
Solusi:
1.
Buka MS-DOS prompt. Pada Windows 95/98 dan
Windows XP/NT 4.0, Klik menu Start, kemudian pilih Programs, dan klik menu
MS-DOS Prompt atau Command Prompt yang tersedia. Pada Windows 3.x atau Windows
NT versi sebelum 4.0, klik dua kali Main kemudian klik dua kali icon MS-DOS.
2.
Setelah jendela MS-DOS sudah terbuka, ketik:
Debug kemudian tekan tombol [Enter].
3.
Setelah layar dari perintah debug sudah terbuka
dengan indicator kursor yang muncul, maka ketikkan: D C000: 0010 dan kemudian
tekan tombol [Enter].
4.
Layar yang berisi angka hexadecimal akan muncul
dengan format kode ASCII dan informasi yang muncul tersebut juga termasuk dari
tipe dari VGA Card yang dimiliki.
5.
Ketik: Q kemudian tekan tombol [Enter] untuk
keluar dari program Debug.
6.
Ketik Exit kemudian tekan tombol [Enter] untuk
kembali ke sistem. operasi/Windows. (Hal lain yang dapat dilakukan membuka
casing komputer dan baca nama manufaktur yang tertera pada chipset atau IC yang
ada pada VGA Card di motherboard).
-
Kasus:
Resolusi Layar
monitor tidak stabil atau berubah-ubah. Setiap saat login ke Windows XP,
resolusi layar monitor kembali ke ukuran besar dan untuk merubafanya ke bentuk
normal harus mengubah secara manual. Nah, bagaimana caranya supaya pengaturan
terhadap resolusi layar monitor tidak berubah-ubah.
-
Solusi:
Harus melakukan
update terhadap VGA Card yang dimiliki karena kemungkinan besar driver VGA card
yang dimiliki banyak file yang hilang atau corrupt. Untuk melakukan update bisa
mengunjungi situs dari penyedia driver tersebut dan download versi terbaru.
Untuk mengetahui nama manufaktur pembuat VGA card, bisa melakukan cara-vara
berikut ini: pada menu Start >> klik Administrative Tools >>
kemudian pilih Computer Management. Di bawah kategori System Tools, klik Device
Manager. Klik tanda Plus (+) untuk menampilkan pilihan Display Adapter. Dari
tampilan ini, Windows akan mencari driver yang sudah ter-update. Adapun
cara-caranya adalah sebagai berikut:
1.
Ketika Device Manager dan tampilan Display
Adapter muncul, klik kanan display adapter.
2.
Pada menu kanan tersebut pilih Update Driver.
3.
Kotak wizard Hardware Update akan muncul dan
memberikan instruksi bagaimana cara untuk melakukan update driver.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon